Selasa, 04 Mei 2010

Macam-macam USB





Universal Serial Bus(USB)

Pada sebuah CPU komputer terutama di bagian belakangnya terdapat sejumlah slot. Slot-slot tersebut memiliki beberapa bentuk, dari yang bulat kecil hingga kotak persegi panjang. Slot-slot tersebut adalah tempat peralatan-peralatan lain seperti printer, monitor, kibor, dan mouse terhubung ke CPU. Komputer memang dirancang untuk dapat “menerima” alat-alat lain tersebut. Kibor dan monitor adalah alat yang harus ada pada sebuah komputer, sedangkan lainnya disesuaikan dengan kebutuhan pengguna komputer.

Istilah yang baku untuk slot-slot tersebut adalah gerbang antarmuka(port interface), atau kita sebut saja port, maksudnya adalah gerbang bagi komputer berhubungan dengan peralatan-peralatan pendukungnya. Setiap port memiliki standar sendiri, sesuai dengan jenis alat yang akan menggunakannya.

Ada dua jenis port yang sangat populer yaitu port serial dan port paralel. Port serial hanya dapat menerima atau membaca data satu-persatu dalam ukuran 1 bit melalui satu kabel tunggal. Kebalikan dengan port serial, port paralel dapat menerima atau membaca data beberapa bit sekaligus melalui sejumlah kabel yang dimilikinya. Oleh sebab itu seara umum port paralel lebih cocok untuk alat yang melakukan banyak perpindahan data, sedangkan port serial lebih cocok untuk peralatan yang tidak banyak melakukan perpindahan data. Port serial popular digunakan oleh mouse dan kibor, sedangkan port paralel umumnya digunakan oleh printer dan harddisk.

Namun saat ini penggunaan port paralel dan port serial sebagain besar sudah digantikan oleh jenis port baru yang bernama USB. Saat ini USB sudah benar-benar diterima pasar dan menggantikan kepopuleran port serial dan port parallel. Saat ini jika kita butuh serial port jenis RS232 atau paralel port(printer port) di sebuah komputer, maka pada saat membeli komputer kita harus memeriksa terlebih dahulu apakah motherboardnya menyediakan serial port dan paralel port. Sedangkan untuk mencari motherboard dengan USB board bukanlah hal yang sulit, umumnya setiap motherboard saat ini telah dilengkapi dengan 2 hingga 4 buah slot port USB dan dua lagi tambahan port USB di bagian depan casing CPU.

Macam-macam USB Devais lainnya

Dengan 4 hingga 6 buah port USB, terkadang jumlah tersebut telah dirasa kurang, hal ini disebabkan karena semakin banyak jenis devais USB(alat yang menggunakan USB port sebagai media antarmuka dengan komputer). Kemudahan penggunaan USB, tidak saja mempopulerkan port USB tetapi juga mempopulerkan devais-devais USB. Tanpa keberadaan USB mungkin bentuk mp3 player tidak sesederhana bentuknya saat ini.
Berikut adalah sejumlah alat yang merupakan USB devais.

lainnya

1. Flash Disk
Flashdisk adalah USB devais yang paling popular, keberadaannya menggantikan peran disket sebagai penyimpan data pribadi. Kapasitasnya cukup besar dan semakin hari harganya makin murah.

2. MP3 Player
MP3 player selain berfungsi sebagai mesin untuk mendengarkan file mp3, sekaligus dapat digunakan sebagai media penyimpan seperti flash disk.

3. Harddisk eksternal
Harddisk eksternal berfungsi sebagai media penyimpan dengan kapasitas yang besar, sama seperti harddisk pada umumnya. Harddisk eksternal yang umum ditemui adalah sebuah harddisk laptop yang dilengkapi konektor USB agar dapat digunakan setiap saat, tanpa perlu melakukan proses restart, seperti apabila kita menggunakan hardisk internal.

4. Kamera Digital
Kamera dijital menyimpan data hasil foto ke dalam file dijital. Umumnya kamera dijital juga telah dilengkapi dengan konektor ke USB.

5. Ipod Nano
Ipod Nano pada dasarnya adalah sebuah mp3 player dengan sejumlah kelebihan seperti kualitas suara yang dihasilkannya sangat baik.

6. Mouse dan keyboard USB
Mouse dan kibor saat ini juga telah banyak yang menggunakan USB sebagai port interface ke komputer.

7. Hub USB

Hub USB adalah alat yang berfungsi untuk meningkatkan jumlah USB devais yang dapat dikoneksikan ke komputer dengan cara menyediakan port USB tambahan.

8. Selain alat-alat di atas masih banyak lagi yang dapat dianggap sebagai USB devais. Printer dan scanner saat ini banyak

yang telah beralih menggunakan port USB sebagai media koneksi ke komputer, handycam dijital juga telah menggunakan USB untuk memindahkan film digital. Alat lain yang relative baru muncul adalah Infra red receiver/transmitter atau Bluetooth receiver/transmitter yang juga menggunakan USB sebagai port antarmuka. Dan masih banyak lagi alat-alat lainnya

Kelebihan dan Kelemahan USB

USB adalah singkatan dari Universal Serial Bus. Dari namanya ada kemiripan antara USB dengan serial port. Seperti halnya port serial transfer data USB dilakuan secara serial. Namun dari sisi kecepatan USB lebih unggul dari serial port bahkan dari paralel port. Kecepatan adalah salah satu dari beberapa kelebihan USB.

1. Kecepatan yang lebih tinggi

Tidak seperti serial port dan paralel port dimana data ditransfer bit per bit, data dalam USB dipotong-potong dalam paket-paket dengan ukuran 64 byte. Pada USB versi 1.1 (versi USB yang masih banyak digunakan) 64 byte paket tersebut dapat ditransfer dengan kecepatan hingga 12 Mbps(mega bit per second) atau 100 kali lebih cepat dari serial port dan 6 kali lebih cepat dari port paralel. Pada versi USB yang lebih baru, yaitu USB versi 2.0, kecepatannya telah meningkat hingga 480 Mbps, menjadikan USB versi 2.0 dapat digunakan oleh peralatan yang membutuhkan bandwith tinggi.

2. Fleksibel dalam penggunaan

Sebuah bus USB dapat dikoneksikan dengan sejumlah USB devais, baik langsung melalui port USB pada CPU atau melalui alat yang disebut hub USB. Hub USB adalah devais usb yang memiliki sejumlah USB port berfungsi untuk meningkatkan jumlah devais USB yang akan dihubungkan. Selanjutnya sebuah hub USB dapat dihubungkan kembali dengan hub USB baru membentuk rantai hub USB dan devais USB. Jika ditarik dari hub USB terakhir hingga port USB pada CPU, maka jumlah maksimal hub USB pada satu garis adalah 5 buah, sedangkan jumlah keseluruhan devais USB yang dapat terhubung adalah 127 buah. {Daisy chain : usb hub baru dihubungkan ke usb hub yg telah dihubungkan ke port usb komputer, usb baru dapat berfungsi menjadi usb hub}.

Sayangnya jumlah 127 devais USB sepertinya sulit untuk dibuktikan. Masalah yang sering menjadi kendala utama adalah masalah konsumsi listrik. Sejumlah devais USB dengan konsumsi listrik yang kecil seperti flash disk atau mouse menggunakan listrik dari CPU yang dikirimkan melalui port USB, sedangkan peralatan seperti printer dan scanner membutuhkan daya listrik sendiri. Untuk mempertahankan standar daya listrik yang dibutuhkan(sekitar 5 volt), hub USB mengambil listrik dari sumber luar. Beberapa hub USB yang banyak beredar di pasaran dengan harga murah hanya dapat menerima 2 buah USB, walaupun jumlah port yang disediakannya lebih.

Kelebihan lain dari port USB adalah devais USB dapat dikoneksi langsung pada saat komputer sedang berjalan tanpa perlu me-restart ulang komputer. Fitur ini yang menjadikan port USB benar-benar memberikan fasilitas plug and play pada saat komputer berjalan. Namun perlu diingat devais USB tetap harus dikenal oleh komputer, artinya driver untuk devais USB harus sudah terpasang. Untuk flashdisk, biasanya drivernya telah disediakan dalam paket sistem operasi. Untuk lingkungan Windows, sejak Microsoft Windows Milenium telah disediakan paket driver flashdisk. Untuk USB devais seperti printer dan kamera dijital drivernya tidak disediakan oleh sistem operasi, jadi harus tetap diinstall terlebih dahulu.

3. Diterima oleh pasar secara luas

Banyaknya jumlah devais USB, menunjukan banyaknya produsen alat-alat komputer dan elektronika yang menerima USB sebagai standar koneksi ke komputer. Perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, Microsoft, Compaq, Hewlett-Packard, Lucent, Philips, dan NEC terlibat dalam pengembangan USB versi 2.0.
Penerapan USB oleh perusahaan-perusahaan lainnya diseluruh dunia terkadang perlu menjadikan kita berhati-hati dalam membeli devais-devais USB, karena tidak semuanya benar-benar menerapkan standar USB. Beberapa USB devais seperti hub USB dan infra red USB dengan harga murah ternyata tidak dapat digunakan dengan baik.

Setiap alat memiliki kelemahan, kelemahan pada USB diantaranya adalah panjang kabel USB maksimal hanya 15 kaki (4,5 meter). Penggunaan handycam atau webcam yang terhubung ke komputer tidak bisa jauh dari komputernya, Modem yang menggunakan USB untuk terhubung ke komputer juga tidak bisa jauh dari USB, padahal dengan kabel UTO\P, jaraknya bisa ratusan meter. Kelemahan lainnya muncul pada kasus-kasus penggunaan rangkaian USB, misalnya jika scanner dan printer terhubung pada hub USB yang sama, maka keduanya tidak dapat bekerja secara bersamaan, sehingga jika printer sedang aktif, maka scanner untuk sementara tidak dapat digunakan.

Menggunakan USB Devais

Untuk melihat dukungan port USB di computer anda yang menggunakan sistem operasi Microsoft Windows XP, lihatlah pada bagian Device Manager. Untuk mengatifkannya, anda dapat melakukan langkah berikut: Klik tombol start, klik kanan My Computer, pilih properties hingga masuk system properties, pilih hardware, pilih Device Manager.

Telah disampaikan bahwa USB benar-benar mewujudkan plug and play dalam menggunakan komputer. Port USB dirancang agar devais USB tidak akan pernah salah masuk, dengan memastikan kesesuaian tipe konektor dan arah devais USB, memasang USB devais ke port USB amatlah mudah.


Sejenak setelah devais USB terpasang, sistem operasi akan segera mengenali kehadiran sebuah devais. Pada sistem operasi Microsoft Windows XP, jika driver devais USB telah terpasang pada system tray akan muncul icon USB, jika driver belum terpasang, Windows akan meminta Anda untuk menginstalnya terlebih dulu agar devais USB dapat digunakan.
Untuk menghentikan penggunaan USB devais pada Microsoft Windows XP, anda dapat melakukannya dengan klik kiri pada icon USB di system tray, dan klik sekali lagi pada devais USB yang akan dihentikan penggunaannya. Tunggu beberapa saat hingga muncul pesan “Save to Remove Hardware”. Selanjutnya anda dapat mencopot devais USB dari port USB.


Tipe Konektor USB

USB yang sering kita temui adalah jenis konektor USB seri A. Walaupun konektor USB selain seri A jarang ditemui, namun sebenarnya masih terdapat beberapa jenis konektor USB. Perbedaan konektor-konektor ini hanya untuk devais USB, karena untuk port USB di CPU hanya menggunakan konektor seri A. Konektor Tipe B biasa ditemui pada printer atau scanner, sedangkan konektor tipe mini B baik yang 4 pin atau tipe mini B 5 pin banyak digunakan untuk kamera digital.. Berikut adalah beberapa gambar konektor USB


Versi USB

Saat ini versi USB yang banyak digunakan adalah USB versi 1.1 dan USB versi 2.0. Perbedaan keduanya ada pada dukungan kecepatan transfer data. USB versi 1.1 mendukung kecepatan 1,5 Mbps dan 12 Mbps, sedangkan USB versi 2.0 mendukung jenis kecepatan 1,5 Mbps, 12 Mbps dan 480 Mbps, sehingga USB versi 2.0 pada dasarnya hanya menambahkan satu jenis kecepatan tinggi. Kecepatan 1.5 Mbps digunakan untuk devais USB dengan bandwith rendah seperti mouse, kecepatan 12 Mbps digunakan untuk devais USB dengan bandwith sedang, dan kecepatan 480 Mbps digunakan untuk devais USB dengan bandwith tinggi.

Senin, 14 September 2009

FM Transmitter Booster




Kit Booster Pemancar Fm 88-108 MHz

Selasa, 21 Juli 2009

ST12 Saat Terakhir

Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri

Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

Dibawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta

*Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih

#Satu jam saja kutelah bisa cintai kamu;kamu;kamu di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
Satu jam saja kutelah bisa sayangi kamu… di hatiku
Namun bagiku melupaknmu butuh waktuku seumur hidup
di nanti ku……

reep:*
# 2x

Cinta Terlarang(The Virgin)

Cinta Terlarang(the Virgin)

Kau kan slalu tersimpan di Hatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku ‘kan slalu bersamamu
Meski kau tercipta bukan untukku

Tuhan berikan aku hidup satu kali lagi
Hanya untuk bersamanya
Ku mencintainya sungguh mencintainya

Rasa ini sungguh tak wajar
Namun ku ingin tetap bersama dia
Untuk selamanya

Mengapa cinta ini terlarang
Saat ku yakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat ku yakin tak ada cinta selain dirimu
----------------------------------------- (apalke... nggo tampil)

VoIP Hardware

Selamat Datang di situs Netphonic Systems

PT Netphonic Systems adalah distributor produk-produk untuk solusi Data, Voice, dan Telekomunikasi.

Produk unggulan kami: IP Phone, VoIP Gateway / Analog Telephony Adapter (ATA), IP PBX / VoIP Server (SIP/H323/IAX2 Server), CDMA/GSM Fixed Wireless Phone (FWP) dan CDMA/GSM Fixed Wireless Terminal (FWT) / Gateway.

Produk kami dengan Teknologi VoIP memungkinkan telepon GRATIS dan penghematan hingga 99% untuk SLI & SLJJ (PSTN / Selular).

TELPON GRATIS dengan NETPHONIC dan VOIP RAKYAT

NETPHONIC telah bekerjasama dengan VOIP RAKYAT dalam program INDONESIA MENELPON GRATIS untuk memungkinkan TELPON GRATIS. Dapatkan harga promo khusus terkait kerjasama ini.

Petunjuk Penggunaan:
1. Silahkan beli perangkat VoIP NETPHONIC.
2. Lakukan registrasi di www.voiprakyat.or.id.
3. Lakukan konfigurasi perangkat VoIP NETPHONIC sesuai informasi registrasi (alamat server, nomor telpon, username dan password).
4. Selamat, Anda telah bisa TELPON GRATIS!
-------------------------------------------------------------

Statistics
Served calls : 323134
Served minutes : 574845
Registered accounts : 78547
Active accounts : 23081
Online phones : 175
* Monitored since Jan 2006


KITA BERHEMAT
Rp. 71855625,-
( 71 juta rupiah )
* Asumsi Rp. 125,- per menit
Getting Started Guide
VoIP Rakyat easy to start with. Just follow these steps:

1. Register
2. Download softphone here
3. Configure softphone here
4. Start calling, try to call: 901


Mudah untuk memulai VoIP Rakyat. Ikuti langkah-langkah berikut:

1. Daftar
2. Download softphone disini
3. Konfigurasi softphone disini
4. Mulai bertelepon-ria, coba telepon: 901


Recommendations:

* Softphone: VRC v0.3.6.2
* IM: yes
* Conference room: yes
* OnNet IP-to-IP: yes
* To PSTN/GSM/CDMA: yes
* Video call: yes
* Video conference: yes
* Protocol: IAX2
* Codec: iLBC (28 kbps)
* Bandwidth: 28 kbps (symm.)
* Video: 48 kbps per stream
* Latency: under 150 ms
* Network: IIX (OpenIX)

More questions ? Read here and discuss here.

VoIP

Mengembangkan VoIP di Jaringan RT-RW-Net
14/09/2006

Belakangan ini teknologi Voice over Internet Protocol atau VoIP kembali marak setelah menggebrak masyarakat Indonesia pada bulan Juni 2003, pada saat penulis bersama Onno W Purbo melakukan roadshow memperkenalkan teknologi yang disebut VoIP Merdeka dan RT-RW-Net di sembilan kota di Indonesia.

Kebangkitan kembali teknologi VoIP Merdeka disebabkan oleh kemajuan tekniknya, di mana standar yang digunakan mengalami perubahan besar dari standar H.323 menjadi standar Session Initiation Protocol (SIP). Standar H.323 merupakan standar dasar dari Uni Telekomunikasi Internasional (ITU) yang memungkinkan kita mengirim suara, video, dan data melalui jaringan berbasis Internet Protocol (IP), sementara SIP adalah protokol untuk mengawali, mengubah, dan mengakhiri suatu kegiatan yang berhubungan dengan sistem multimedia seperti video, suara, pengiriman pesan, online game, dan virtual reality. Standar SIP dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) dan kelompok Multiparty Multimedia Session Control (MMUSIC) Working Group.

Sebetulnya, pada saat yang sama sudah dikembangkan teknologi yang disebut VoIP Rakyat, dan VoIP Merdeka yang berbasis H.323 tidak dikembangkan lagi oleh komunitasnya, sehingga akhirnya mailing list voipmerdeka@yahoogroups.com malah mendukung teknologi SIP dalam VoIP Rakyat tersebut.

Kunci berkembangnya teknologi SIP adalah peranti lunak Asterisk, yaitu program berbasis Open Source yang berfungsi sebagai private branch exchange (PBX), perangkat pengendali saluran telepon yang masuk ke dalam gedung. Asterisk yang berbasis Linux dikembangkan oleh Mark Spencer, mahasiswa dari Universitas Auburn, Alabama, Amerika Serikat, yang kemudian membangun perusahaan Digium Inc yang menjadi besar dan mendukung perkembangan Asterisk-nya.

Keuntungan penggunaan VoIP adalah harga yang lebih murah dibandingkan dengan teknologi lama PBX, mudah digabungkan dengan aplikasi lain, misalnya, dengan peranti lunak untuk meninggalkan pesan, menghitung biaya percakapan dan membagi data ke program sejenis Customer Relationship Management (CRM), serta berbasis teknologi IP yang lebih mudah untuk diatur dan dipantau.

Teknologi VoIP juga memiliki kelemahan-kelemahan, di antaranya adalah realibilitas belum bisa mengikuti standar telekomunikasi 5 (9's) atau 99,999 persen nyala dengan down time atau mati sekitar 30 menit setahun, kesulitan untuk menggabung dengan teknologi yang sekarang sudah dipakai, serta daya tahan belum teruji dibandingkan dengan teknologi PABX yang sudah dipakai lebih dari 30 tahun.

Pengembangan RT-RW-Net

Ide membangun VoIP di jaringan RT-RW-Net sudah lama dilontarkan, hanya kita butuh waktu untuk penerapan teknologi karena jumlah penggunanya masih sangat kecil dan teknologi ini sering kali menyerempet aspek legalitas.

Pembangunan jaringan RT-RW-Net yang paling murah dan meriah adalah dengan menggunakan kabel UTP yang dimasukkan ke pipa paralon, digelar dari rumah ke rumah dengan rentangan maksimum 100 meter, di mana di setiap titik digunakan switch ethernet untuk menguatkan sinyal sehingga dapat mencapai jarak yang lebih jauh. Kabel yang sudah terpasang ini dapat dimanfaatkan untuk penyambungan pesawat telepon biasa melalui perangkat yang biasa dikenal dengan nama analog PBX, harganya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta untuk saluran tambahan antara empat sampai delapan telepon, dan perangkat telepon sebanyak dua atau empat buah.

Kabel UTP Category 5 yang digunakan dalam jaringan ini terdiri dari delapan kabel berwarna-warni, dengan hanya empat kabel yang digunakan untuk keperluan jaringan komputer, sementara empat kabel lagi tidak dipakai untuk jaringan karena mengacu pada standar Universal Service Ordering Code dan United States Code of Federal Regulations. Dua pasang kabel ini biasanya dipakai untuk kontrol dalam satu jaringan PBX dan catu daya perangkat tambahan. Biasanya juga, empat kabel sisa dari delapan kabel standar UTP RJ-45 dipakai untuk Power Over Ethernet (POE), yaitu menyalurkan listrik sekaligus ke perangkatnya dengan menggunakan satu kabel yang digabung dengan penyaluran data.

Kita memanfaatkan empat kabel tersebut untuk disambung ke pesawat telepon biasa, tepatnya digunakan dua kabel untuk disambung ke PBX seperti terlihat pada gambar. Kabel RJ-45 yang berwarna biru dan biru-putih dikeluarkan dari konektor RJ-45, lalu disambung ke RJ-11.

Dua kabel ini dapat jalan di jaringan kabel UTP sepanjang 100 meter, dan jangan dipakai jika sudah melewati switch ethernet, karena sinyal dari PBX-nya sudah tidak dapat diteruskan lagi.

Dengan membangun kabel-kabel seperti ini, kita sudah memiliki satu jaringan telepon di perumahan, di mana masing-masing tetangga dapat berkomunikasi dengan bebas tanpa perlu menggunakan Public Switching Telephone Network (PSTN). Jadi, Pak RT dapat menelepon Pak RW tanpa perlu membayar pulsa.

Memasok PBX ke VoIP

Jaringan telepon lokal yang sudah tersambung dari rumah ke rumah sebetulnya dapat dimanfaatkan layaknya sebuah wartel, yaitu satu saluran telepon tersambung ke PSTN dimanfaatkan oleh beberapa telepon yang masuk ke extension dari PBX. Cara ini sebetulnya merupakan solusi terhadap kurangnya saluran telepon di banyak tempat di negara ini.

Yang menarik dari konfigurasi jaringan terpasang adalah kemampuan untuk menggabung jaringan suara melalui PBX dengan jaringan internet melalui switch ethernet menjadi satu dengan menggunakan peranti sejenis Internet Telephony Gateway (ITG). Dengan tersambungnya ITG ke jaringan internet, semua pemakai sistem yang sama akan dapat saling berhubungan dengan lebih leluasa dan tidak perlu membayar pulsa, kecuali jika mereka menelepon ke jaringan PSTN.

Variasinya, dengan menambah satu peranti access point berbasis teknologi nirkabel (wireless LAN), pengguna di sekitar jarak 200 meter dapat menggunakan WiFi Phone secara lebih bebas, sama seperti penggunaan telepon seluler.

Teknologi ini jika dikembangluaskan pada semua jaringan RT-RW-Net yang ada di Indonesia akan menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat dan cakupan peneleponnya menjadi besar serta membuka peluang bagi warnet-warnet untuk memberikan layanan tambahan bagi pelanggannya, menelepon kepada sanak saudara di tempat yang berbeda. Teknologi ini memungkinkan untuk menggabung teknologi wartel dengan warnet.

Michael Sunggiardi Managing Director PT Bonet Utama Bogor

Sumber: Kompas.com (edisi cetak)